Hujan + Banjir = Macet

25 10 2010

Rekor baru akhirnya terpecahkan juga. Rute Jatake Tangerang – Pondok Kopi yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam saja hari ini harus di tempuh hampir 6 jam. Kalau buat mudik kira-kira dalam waktu 6 jam sudah samapi daerah Brebes atau Tegal. Sungguh ajib kondisi seperti ini, ibarat de ja vu yang terus berulang setiap saat. Yang pasti pasangan Hujan, Banjir dan Macet menjadi hal yang saling berkaitan satu sama lain.

Sedikit cerita bagaimana perjalanan yang cukup melelahkan ini. Start dari kawasan industri Jatake Tangerang pukul 16.10, memang terhitung telat untuk keluar dai kawasan industri karena jam segitu adalah waktu bubarab para buruh pabrik. Dan benar saja, untuk keluar dari kawasan membutuhkan waktu 30 menit lebih dari waktu standar yang cuma 2 menit saja. Kondisi hujan mewarnai perjalanan sepanjang jalan. Kondisi lalu lintas sampai masuk tol terlihat normal walau agak tersendat sedikit.

Ketika kendaraan berada di tol kendaraan cukup ramai sampai pada akhirnya terjadi antrian mulai gerbang tol Karawaci. Dengan sedikit ilmu selap selip akhirnya bisa keluar tol Tangerang , yang ternyata menjadi penyebab kemacetan karena perbaikan gerbang tol yang tak kunjung usai. Selepas gerbang tol masih disambut hujan rintik-rintik dan tak beberapa lama kemudian antrian kendaraan dimulai lagi. Kali ini penyebabnya adalah genangan air dibeberapa titik jalan yang menyebabkan 3 jalurĀ  dari 4 jalur yang tersedia tidak bisa dilewati kendaraan. Alhasil bottle neck pun terjadi. Dan hal ini terjadi kurang lebih pada 3 titilk sepanjang Jl. Raya Serpong.

Entah feeling apa yang akhirnya mampir dulu ke supermarket sebelum masuk ke tol lingkar selatan BSD. Belanja cemilan dan minuman menjadi keharusan untuk mengantisipasi keadaan macet di jalan. Sempat istirahat sekitar 30 menit dan akhirnya mulai jalan jam 18.00. Terjadi antrian saat mau masuk ke tol BSD. Feeling mengatakan pasti terjadi banjir di tol yang menyebabkan jalan tol terputus. Namun rasa penasaran membawa kemudi tetap masuk ke jalan tol. Dan benar saja, baru masuk sekitar 50 meter kendaraan langsung stuck gak bisa jalan. Terlihat beberapa kendaraan memutar balik tidak jadi masuk tol. Dan beberapa kendaraan juga memutar balik di jalan tol untuk kembali ke pintu tol BSD ujungĀ  dengan melawan arus. Dan mohon maaf, karena fisik yang sudah terfosir dengan pekerjaan dan jalanan macet membuat otak tidak berpikir panjang untuk mengikuti kendaraan yang melawan arus itu.

Selepas keluar tol BSD, kendaraan diarahkan ke tol Jakarta Merak, namun karena fisik yang sudah letoy, akhirnya sempat beristirahat di parkiran McD Alam Sutera. cemilan yang di beli tadi ternyata benar-benar berguna sekali pada saat itu karena perut yang minta diisi dengan makanan.Seiktar pukul 8 malam perjalanan dilanjutkan. Arah yang dituju adalah pintu masuk tol Alam Sutera yang ke arah Jakarta. Hati sempat gembira melihat jalanan yang lancar jaya. Namun 600 m menjelang pintu tol Karang Tengah kemacetan mulai terjadi. Saat itu bisa dibilang parkir massal karena semua kendaraan sama sekali tidak bergerak. Dan kemacetan di sini hampir selama 1 jam. Kemungkinan ini diakibatkan oleh banjir yang terjadi di sekitar Tomang.

Selepas gerbang tol Karang Tengah, kendaraan dibelokan ke kiri menuju arah tol bandara. Jalanan sangat lenggang, kecepatan bisa dipacu maksimal walaupun ada rasa ketar-ketir karena kondisi bahan bakar yang sudah menipis di garis minimum. Setelah masuk tol bandara ke arah priok, kendaraan dipacu cepat karena memang kondisi jalanan yang lenggang. Sebelum gerbang keluar Plumpang terjadi kepadatan kendaraan. Dari rencana yang akanmasuk ke dalam kota langsung berubah menjadi lewat Tanjung Priok. Jalan By Pass arah Priok lancar, terbayang sudah kasur empuk yang sudah menanti di rumah.Indikator bensin pun sudah hampir mencapai batas garis minimal. Sesaat setelah mobil belok ke arah Cilincing, bayangan kasur langsung hilang berganti keluhan kembali karena ternyata jalur situ juga padat. Ternyata karena ada genangan air yang cukup tinggi sehingga semua kendaraan berjalan merayap. Tapi setelah itu jalanan benar-benar lancar hingga masuk tol JORR. Alhasil jam 11 malam baru sampai rumah. What a day…

Pe er cukup rumit yang harus diselesaikan oleh bang kumis yang katanya ahli dalam menangani banjir dalam janji kampanye dahulu. Namun sampai saat ini sepertinya permasalahan belum teratasi. Jangan heran kalau tahun 2012 benar-benar terjadi kiamat di Jakarta karena masalah banjir dan kemacetan yang belum terpecahkan juga. Solusi ? ah.. saya pribadi baru bisa berpartisipasi sehari saja untuk mengurangi pengguna kendaraan di jalan dengan cara B2W setiap hari Rabu, dan berusaha untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat. Kita jangan hanya menunggu dan terpaku oleh tindakan dari pemerintah, tapi cobalah melakukan apa yang bisa kita buat untuk mengatasi masalah ini. Yang pasti, mari kita mulai dari diri sendiri dulu, kalau semua melakukan hal yang sama, niscaya segala permasalahan ini mungkin akan mulai terpecahkan.

sumber gambar banjir raya : cari di google dengan kata kunci banjir raya


Actions

Information

2 responses

26 10 2010
kiki

mantabb om… emang ga salah kite milih ahli nya

1 02 2012
maskaryo

super sekali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.